“Za…”
“Iya bob”
“Kenapa kamu
gak rebut bukunya tadi waktu di ambil ?”
“tadi aku udah minta tapi dia bilang cium dulu baru di balikin terus
temen-temennya ketawa, jadi aku sama Asti pergi aja”
“ANJ*ING” Kata
gua kesal sambil mempercepat langkah
“…………” Kanza
hanya diam mengikuti gua di belakang
Gua berhenti di pinggir jalan, menunggu jalan sepi untuk menyebrang
dengan Kanza yang berdiri disebelah kiri sambil menggandeng tangan gua. Lalu
lintas di sini memang ramai kalau siang hari jadi harus bersabar untuk
menyebrang.
Setelah sampai
di sebrang gua lanjut berjalan mencari tempat tongkrongan anak kelas XI, tapi
dari kejauhan gua lihat Darno dan yang lain sedang menuju ke sini. Gua hentikan
langkah kaki karena Darno melambai-lambaikan tangan seolah meminta gua untuk
berhenti.
“Mau kemana lo
?” Tanya Darno di depan kami
“Mau ikut gak ?” Ajak gua “Kemana ?”
“Tongkrongan
anak kelas XI”
“Wihhh pasti
mereka godain Kanza ya”
“Udah jangan
bawel, kalo mau nonton yu ikut”
Ajak gua sambil lanjut berjalan dan diikuti dengan yang lain di
belakang. Dari kejauhan terlihat warung yang kumuh dengan banyak anak kelas XI,
tapi gua engga mempedulikan berapapun jumlahnya.
“Yang mana
orangnya ?” bisik gua sambil jalan
“Itu tuh yang
pake sweater ijo” Kata Kanza sambil berbisik di telinga gua.
Lalu gua
meminta Kanza menunggu dari kejauhan, Darno ingin ikut tapi gua meminta dia
“Wihhh ada
jagoan kelas X bos” Kata anak kelas XI yang lagi asik ngopi
“………..” gua
hanya diam,
Anak kelas XI yang menggunakan sweater ijo melihat gua lalu melirik
Kanza yang berada beberapa meter di belakang lalu dia berdiri “JAGOANNYA DATENG COY HAHAHAHA” Kata dia sambil di ikuti Tawa
yang lain “LO MAU NGAMBIL BUKU INI ?”
Tanya dia sambil memegang buku itu ditangan kanannya, tapi dia melemparkan buku
itu ke samping kanan saat gua coba
mengambilnya
“HAHAHAHA”
mereka menertawakan gua.
“asik BIMO
dapet mangsa empuk nih” Kata salah satu dari mereka
Gua mengabaikan mereka sambil berjalan ke
arah buku itu lalu membungkukan badan coba mengambilnya tapi belum sempat gua
ambil sebuah tendangan mendarat di perut gua sampa gua tersungkur.
“BOBIIIIII”
Gua menoleh ke arah Kanza yang sedang meronta melepaskan tangan Darno
yang memegangi pergelangan tangannya, gua hanya melemparkan senyuman ke arah
kanza dan yang lain
“Siapa Nama lo
?” Kata orang yang nendang gua saat gua coba bangkit
“BOBI” Jawab
gua singkat dengan memasang kuda-kuda
“lo gak terima
gua tendang?”
“………..” gua
hanya diam sambil sedikit menundukan kepala
“Jawab Nyet,
CUIHH” dia meludah ke depan gua
Lalu gua
sedikit mengangkat kepala “BANCI”kata gua sambil menatap matanya
Bimo berjalan
mendekati lalu mencengkram kerah baju gua “APA LO BILANG ?” Tanya dia sambil
teriak
“CUMA COWO BANCI YANG GANGGUIN CEWE” gua ikut Teriak sambil menatap
wajahnya yang penuh emosi
“………….” Semua
teman BIMO juga diam, suasana jadi hening
“Lawan gua, buktiin siapa yang banci”
Kata Bimo sambil melepaskan tangannya dan mendorok gua ke belakang. Dia membuka
sweater dan seragamnya, di ikuti gua yang melepaskan seragam lalu menggungnya
di pohon dekat warung.
Gua memasang
kuda-kuda dengan Bimo yang lompat-lompat kecil dengan kedua tangan di tekuk,
Dia menendang tapi gua menghindarinya, dia memberikan tonjokan tapi gua terus
menangkisnya tanpa memberikan serangan lalu dia berhenti menyerang dan mundur
beberapa langkah.
“LAWAN NYET”
Teriak dia dengan napas terengah-engah
“………..” gua
hanya diam dengan posisi siap
Sebuah tendangan nyaris mengenai kepala gua tapi dengan cepat gua
menunduk lalu memutar badan dengan mengayunkan kaki kiri menyapu kaki Bimo dan
membuat dia ambruk. lalu gua memberikan tendangan keras perutnya beberapa kali
lalu gua menendang wajahnya sampai dia tersenyungkur dengan bibir dan hidung
berdarah. Gua menarik kaki ke belakang siap memberikan tendangan selanjutnya
tapi dia mengangkat kedua tangan sambil mengatakan “GUA KALAH GUA KALAH”
lalu gua kembali meletakan kaki di tanah, gua ambil buku yang tergeletak
dengan tangan kiri lalu menjulurkan tangan kanan membantu Bimo berdiri. GUA CUMA MAU NGAMBIL
BUKU, KALO LO MASIH GANGGUIN CEWE
GUA URUSAN INI BERLANJUT. Sambil gua memberikan ancaman
“Sorry gua Cuma iseng, gua janji gak bakalan gangguin cewe lo lagi” Kata
Bimo sambil memegangi pipi kiri dan perutnya. Gua berjalan mengambil baju di
pohon lalu meletakannya di bahu dan meninggalkan mereka.
Tadinya gua pikir mungkin teman-temannya bakalan kroyok gua tapi ternyata
semua bisa selesai dengan 1 lawan 1.
Gua lihat Darno melepaskan tangannya dan Kanza langsung berlari ke arah
gua yang sedang berjalan ke arah mereka, sekarang Kanza berdiri di depan gua
dengan matanya mata yang masih meneteskan air mata. Gua menyeka air matanya
dengan tanan kanan lalu memberikan buku yang gua pegang dengan tanan kiri.
“Kamu engga
apa-apa ?” Kata Kanza sambil mengambil bukunya
“Engga apa-apa,
yu ke kelas lagi” AJak gua sambil memakai baju
“Makin ganas
aja lo” Kata Darno yang berjalan menghampiri gua di ikuti yang lainnya
“Kren brow
udah kaya liat Jet li” Kata Anton
“Ah pada berlebihan lo pada” Kata gua sambil mengancingkan baju seragam,”Gua
ke kelas dulu, Thanks ya udah jagain Kanza” Lanjut gua
Lalu gua berjalan meninggalkan mereka di ikuti Kanza yang memegang
bukunya begitu erat dengan tangan kirinya.
Sepertinya
waktu istirahat sudah habis, karena sekolah begitu sepi engga ada siapapun di
luar kelas. Gua dan Kanza tetap lanjut berjalan menaiki anak tangga untuk
mengikuti pelajaran selanjutnya.
“Bob..”
“Iya Za..”
“Maaf aku
repotin kamu”
“Engga apa-apa,
emang isi buku itu apa ?”
“RA HA SIA”
“Paling isinya
Cuma curhatan lo aja kan” Kata gua menebak-nebak
“Ihhh kok kamu
tau, tadi di baca dulu ya”
“…….” Gua diam dan berhenti di salah satu anak tangga di ikuti Kanza
yang ikut berhenti “Kapan coba gua buka itu buku ?” Tanya gua
“Eh iya tadi kan gak kamu buka ya, aduhh kok malah aku kasih tau isinya”
Kata dia sambil memukul-mukul kepalanya pelan