Pagi yang cerah di hari Sabtu,
gua buka rolingdoor toko yang hampir dua minggu tutup. Walau setiap hari
dibersihkan karyawan warnet tapi debu-debu yang entah dari mana asalnya
melapisi lantai dan etalase kaca penjualan.
Dahlan yang jadi Operator pagi
sempat ingin membantu gua membersihkan toko tapi karena ini liburan sekolah
jadi gua memintanya focus di warnet. Setelah semua rapih, gua putar papan
bertuliskan “TUTUP” yang menggantung pada pintu kaca jadi “BUKA”
Mungkin karena belum pada tahu
kalau toko udah buka kembali jadi pagi ini hanya ada dua orang pelanggan yang
membeli RAM dan Keyboard. Gua duduk di balik etalase kaca sambil memainkan computer
yang biasa digunakan Vina. My Computer –> Drive D -> Vina, Tanpa membuka
foldernya gua tekan SHIFT+DEL. Semua file milik Vina terhapus, bukan gua
membencinya tapi isi file ini adalah foto-foto kami saat masih bersama. Koleksi
foto di hp udah gua hapus, jadi gua juga ingin menghapus foto yang ada di
computer toko.
Gua rogoh saku celana dan mengeluarkan gadget
berukuran 5” yang biasa gua gunakan setiap hari, gua mainkan game untuk sekedar
menghilangkan kejenuhan.
Ada 100 notif chat, gua buka
kolom chat dan scroll kebawa membaca isi percakapan anggota clan. Sepertinya
clan sedang war dengan lawan tangguh karena sampe ribut di chat, lalu gua klik
clan casltil dan meminta troper dengan pesan “Bagi Naga / Balon / Hog / Wz”
Beberapa detik kemudian ada kiriman pasukan dari
Mona, buru-buru gua klik kolom chat dan mengetik
Gua : “Mona minta di jitak”
Zak : “Dikasih goblin ya ?”
Gua : “Iya”
Zak : “Hahaha Pe’a tuh anak, gua malah di kasih
Wall breaker -__-“
Mona : “Lagi dimasak, selagi nunggu mateng kamu farming
dulu aja ya
”
Gua : “Kampret, sayang shield gua masih 2 hari lagi
”
Diki : “Beli lagi Bob, gemes lo banyak ini”
Gua : “Sial, mulai dah
”
Zak “ HAHAHAHAHA”
Darno : “Lo mau nyerang nomor berapa emang ?”
Gua : “Nomor 15”
Darno : “Jatah lo nomor 1 tuh”
Gua : “Nah, itu lo tau segala pake nanya” 
Anggota clan gua rata-rata para penggunjung warnet,
kerabat, dan karyawan warnet yang gua hasut untuk ikut bermain
, karena jenuh Cuma chat aja jadi gua gunakan
goblin pemberian Mona untuk farming
.
Ditengah asik bermain game, pintu
kaca toko terbuka. Dila berjalan masuk sambil melemparkan senyuman manisnya.
Gua lihat jam yang menempel pada
dinding menunjukan pukul 11:30, lalu gua kembali menatap Dila yang sekarang
berdiri di depan etalase.
“Shift 2 ?” Tanya gua
“Engga ‘a”
“Trus kok udah gak pake seragam ?”
“Aku baru ngundurin diri”
“Kenapa
?”
“Umi nyuruh aku pulang ‘a”
“Disuruhnya kan pulang bukan berenti kerja
”
“Kemaren waktu pulang kerja kamar aku kuncinya
rusak”
“………….” Gua diam karena gak ngerti apa yang dia
katakan
“Hp, uang, sama laptop aku ilang, umi takut aku
kenapa-napa jadi disuruh pulang”
“Maksudnya dirusak maling ?” “Ia ‘a”
“Bukannya disitu ada gerbangnya ya ?”
“Ada, yang lain aja pada bingung Cuma kamar aku aja
yang dibobol pedahal kamar yang lain juga pada kosong kalo siang”
“Orang dalem kali yang ngambil”
“Aku gak mau su’udzon, bukan
rezeki aku aja kali itu” “Terus kalo gitu lo mau kerja di mana ?”
“Entar nyari lagi, baru buka ya ‘a
?” “Iya nih”
“Kok sendirian aja ?”
“Dua orang karyawan lamanya udah
ngundurin diri” “Engga cari karyawan baru aja ?”
“Entar kalo toko udah mulai rame
lagi baru nyari karyawan” “Maklum ‘a ampir dua minggu tutup jadi masih sepi”
“Iya, lo mau gak kerja di sini ?”
“Aku gak ngerti computer ‘a”
“Bukan bagian teknisi, buat
bagian penjualan aja” “Yang bener ‘a ?”
“Iya, ada fotocopy KTP kan ? buat
ngisi data karyawan” “Ada tapi di kos’an”
“Oh ya udah, entar ambil aja sekalian sama isi kos’annya”
“Di atas ada kamar kosong, kalo
mau lo pake aja kamarnya. Lumayankan gak perlu sewa kosan, aman lagi”
“Makasih ‘a, tapi aku nanya Umi dulu boleh gak
kerja di sini”
“Ia minta izin dulu aja”
“Bentar ya ‘a”
Dila merogoh
saku celana jeansnya dan berjalan meninggalkan toko dengan telpon genggam yang
menempel di telinga kanan. Dari sini gua bisa melihat dia seperti sedang bicara
dengan seseorang ditelpon, lalu gak lama dia kembali masuk ke dalam.
“Gimana ?”
“Kata Umi gak apa-apa kerja di sini, asal disuruh
hati-hati naro uangnya”
“Taro di Bank lah duitnya
”
“Kemaren
juga uang yang ilang baru aku ambil dari ATM buat bayar kosan sama beli lemari
plastik, ehh emang dasar gak milik kali jadi diambi orang duluan”
“Yaudah, ikhlasin aja kalo gitu"
"Iya
"
"Mau liat kamarnya gak ?” Tanya gua
“Mau ‘a”
Gua berjalan menaiki tangga yang ada di sudut toko
diikuti Dila di belakang,
CKREK.. gua buka
pintu kamar, setelah pintu terbuka gua masuk ke dalam di iktu Dila yang berdiri di pintu memandangi seisi
kamar.
“Aku gak apa-apa tinggal di sini ‘a ?”
“Emangnya kenapa ?”
“Lengkap banget isinya”
“Emang karyawan lamanya kemana ?”
“Dia nikah jadi pulangkampung”
“Entar balik lagi ke sini gak ?”
“Engga, dia tinggal ama suaminya di Jawa”
“……………” Dila hanya diam, dia berjalan ke arah
ranjang
“Mampus” batin gua
“Ini siapa ‘a ?” Tanya dia sambil menunjuk foto
yang menempel pada dinding kamar
“Itu yang tadi diceritain”
“Dia karyawan atau mantan aa ? kok mesra banget
fotonya”
“………….” Sekarang gua yang diam, gua copot foto yang
dilem lalu memegangnya dengan kedua tangan. Dila menatap gua penuh Tanya “Bener
semua” Kata gua kemudian
“Maaf ya ‘a”
“Maaf kenapa ?”
“Abis aa keliatan kaya sedih gitu liatin fotonya”
“………….” Gua masukan foto ke dalam
saku celana dan menatap Dila “Engga kok, mau pindahan kapan ?”
“Sekarang aja gimana ?”
“Boleh”
Kami turun ke lantai bawah dan
meninggalkan toko dengan Dahlan yang gua pinta untuk menggantikan gua di toko.
CKREK, Dila
membuka pintu kamar kos’annya.
“…………..” Gua hanya menelan ludah
saat melihat isi kamarnya. Galon, tumpukan baju di dalam kardus mie instan,
strikaan, magic com, dan karpet serta bantal.
“Kamu tidur gak pake kasur ?”
“Engga ‘a, awalnya pada sakit sih tapi kelamaan
juga aku jadi biasa”
“Hebat ya”
“Hebat kenapa ‘a ?”
“Kalo gua kayanya gak bakalan betah tinggal di sini”
“Huh aa mah biasa tidur di kelonin sih”
“Njirrr pikiran gua bercabang
”
“Kok bercabang
?”
“Udah udah, kamu bawa bajunya
sisanya gua aja yang bawa” gua coba mengalihkan pembicaraan
“Iya ‘a”
Lalu kami mulai membawa satu persatu barang-barang
yang ada di kosan ke kamar atas toko, karena barang-barang yang sedikit jadi
gak membutuhkan waktu lama untuk pindahan.
Hari ini, disaat toko baru mulai
dibuka kembali gua mendapatkan karyawan baru. Walau gua senang dia kerja dan
tinggal di sini, tapi ada satu hal yang gua takutkan.
Aku Kau dan Sabun Part 91